Senin, 23 November 2015

Midorima X Reader - The Lucky Item

Midorima X Reader
The Lucky Item

            “Oha Asa Hari Ini~~~”
            Seperti biasa, Midorima selalu update dengan ramalan bintangnya. Pagi itu dia baru saja bangun. Hari itu hari minggu.
            “Ringggg~” ada telefon masuk.
            “sialan! Mengganggu saja”
            [Takao is calling]
            Midorima mengangkat telfon.
            “sialan kau Takao!!!, kau mengganggu sesi pembacaan Ramalan Oha Asa hari ini. Lihat saja nanti!”
            “Ayolah Shin-chan, aku hanya ingin mengingatkanmu bahwa hari ini jam latihan kita di tambah 2 jam, jadi kita akan pulang terlambat”
            “baiklah, aku mengerti” Midorima langsung menutup telfonnya.
            “ahh sial, aku ketinggalan sesi pembacaan ramalannya. Kalau begitu akan ku baca saja di websitenya” katanya dengan kesal.
[OHA ASA HARI INI          ]
[1. Cancer                                ]
[           - Girlfriend                  ]
[           - Green                        ]
[2. (Zodiakmu)                        ]
[           - Ring                          ]
[           - White                        ]
                        “astaga! Yang benar saja! Baiklah, aku akan menelfonnya” gumamnya.

            *ringggg* telfonmu berdering.
            “(nama panggilanmu)-chan, kau dimana?” Midorima bertanya.
            “a..a..ada apa sayang? Aku sedang dirumah”
            “baiklah, aku akan ke rumahmu”
            “hey tunggu… ada… a..?”
            “sampai nanti” ia menutup telfon.
            Kamu benar-benar kebingungan, mengapa begitu pagi ia ingin datang ke rumahmu.
Beberapa menit kemudian ia sampai dan kamu baru saja selesai membersihkan rumahmu.
            *dingggg* bell pintumu berbunyi.
            “(nama panggilanmu)-chan, apa kau di dalam?”
            “tunggu sebentar, aku akan membuka pintunya”
            Kemudia kamu membuka pintu.
            “mengapa pagi sekali? Dan ada apa? Kau terlihat buru-bur. Apa kau sudah mandi?, masuklah” tanyamu dengan nada cerewet
            “tentu saja aku sudah mandi” jawabnya
            “silahkan duduk, aku akan membuatkan minuman dan membawakanmu beberapa cemilan”
            “tunggu !” ia menarik lenganmu “(nama panggilanmu)-chan, Kau adalah Lucky Itemku hari ini, aku ingin bersamamu seharian penuh” ia menarik wajahmu seperti ingin menciummu. Saat wajah kalian sangat dekat, kamu menutup matamu dan …







































Ia mengetuk keningmu sambil berkata “dasar,,,”
            Wajahmu memerah dan berkata “kau ini apa-apaan, kau yang menggodaku, baiklah akan ku bawakan minuman dan cemilannya”
            Kamu membuatkannya minuman, sambil mengaduk, kau berpikir bahwa penampilannya hari ini sangat keren. Menggunakan kaos hijaunya. Setelah selesai membuat semuanya, kamu datang, lalu duduk di sampingnya dan meletakkan minuman dan cemilan di meja. Kalian berdua duduk di sofa di ruang keluarga.
            “acara apa yang bagus hari ini yah?” katamu sambil menyalakan tv
            “aku ingin menonton NBA” pintanya
            “ah, itu membosankan, seorang pemain basket terbaik sedang duduk disampingku sekarang”
            “kau ini bisa saja, (nama panggilanmu)-chan, kumohon aku ingin melihatnya sebentar saja” rengeknya padamu
            “tidak, ini rumahku, berarti aturanku :p” ejekmu padanya
            “baiklah” sambil mengusap kepalamu “jadi kita nonton apa?”
            “acara masak-masak saja”
            “kau memang akan jadi istri yang baik yah” sambil mengecup keningmu dan mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Sebuah cincin perak dengan batu berlian. Ia melamarmu secepat ini.
            “(nama panggilanmu)-chan apa kau ingin mendampingi hidupku?” sambil menyerahkan cincin itu padamu
            “apa kau bercanda” air matamu mulai berlinang “baka!, tentu saja aku mau”
            “baiklah, akan ku pasangkan pada jarimu” sambil memasangkan cincin di jarimu
            “aku nggak tau harus bilang apa, aku sangat mencintaimu” lalu kamu memeluknya
            “aku juga mencintaimu, hari ini terasa begitu sempurna ya”
            “mengapa?”
            “aku sudah memenuhi Ramalan Oha Asa untukmu dan untukku, aku merasa sangat beruntung”
            “what??? Ini hanya lelucon?”
            “tidak, yang ini serius (nama panggilanmu)-chan” lalu ia mengecup keningmu lagi.
            Midorima berada dirumahmu seharian, kalian berdua hanya bermalas-malasan di depan tv, bahkan ia rela meninggalkan latihan basket demi lucky itemnya, yaitu Kamu. Sejak hari itu, kalian hidup bahagia bersama. Karaktermu yang cerewet sangat cocok dengan Midorima yang tidak terlalu banyak berbicara. Maka kalian terlihat sebagai pasangan yang paling serasi yang pernah ada.


~ END ~

Minggu, 22 November 2015

Kuroko X Reader - A Puppy For You

Kuroko X Reader

A Puppy For You
            Tim basket Seirin akan melakukan sparing melawan Tim basket Yosen. Sebelum pergi, Kuroko berpamitan denganmu. “(nama panggilanmu – chan), hari ini aku akan melawan murasakibara-kun, aku pergi dulu” katanya sambil mengecup keningmu. Kamu diam saja lalu melihat punggungnya yang semakin menghilang di ujung jalan. Beberapa hari ini, kamu dan Kuroko memang ada beberapa masalah. Kamu tahu dia memang orang yang pendiam, tapi kamu juga butuh perhatiannya.
            Seirin memenangkan pertandingan persahabatan itu dengan skor 76-70. Setelah berpamitan dengan teman-teman se-timnya, Kuroko pun pulang. Dia nampak sangat lelah, keringat bercucuran dari wajahnya. Setelah melewati beberapa blok rumah, sampailah dia di apartemenmu.
            Ding!!!. Dia menekan tombol bel-mu. Kamu lekas pergi membukakan pintu untuknya.
            “iya sebentar”, katamu dari dalam kamar.
            Kamu membuka pintu dan melihat Kuroko berdiri di depanmu.
            “masuklah, kau terlihat kelelahan”, katamu padanya
            “baiklah, terima kasih” jawab Kuroko
            “whoff! Whoff!” bunyinya seperti anak anjing
            “kuroko-kun, darimana bunyi itu berasal?” tanyamu
            Kuroko diam saja, dia masih berdiri di depanmu. Tiba-tiba seekor anak anjing muncul dari balik kedua kakinya.
            “huaaa!!! Punya siapa itu?” katamu dengan bersemangat.
            “etto, aku menemukannya saat perjalanan pulang” jawabnya sambil menggendong anak anjing itu.
            “kawaiiiiii” katamu sambil mengambil anak anjing itu.
            “apa kau menyukainya?”
            “ya tentu saja. Apa boleh ku pelihara?”
            “baiklah. Apa sekarang aku boleh masuk?”
            “oh iya, aku hampir lupa. Masuklah dan pergi mandi”
            Kuroko memasuki ruang keluargamu. Kamu membawa anak anjing tersebut. Kalian berdua duduk di sofa, dan menyalakan televisi.
            “aku akan memberinya nama” katamu
            “nama? Seperti apa?”
            “aku akan memberinya nama Nigou (nomor dua)”
            “nama yang bagus, mengapa?”
            “karena dia sangat mirip denganmu, coba perhatikan matanya”
            “kau benar” ujarnya lalu mencium pipimu.
            Wajahmu memerah. Rasanya seperti semua permasalah telah berakhir karena kamu sangat bahagia diberikan anak anjing.
            “kau bau sekali -__-“ katamu sambil mendorongnya. “pergilah mandi”
            “baiklah” jawabnya sambil mengelus kepalamu
            Kuroko meraih handuk yang ada di tasnya. Dia pergi ke kamar mandimu. Melepaskan bajunya dan menyalakan shower. Dia mandi dengan tenang. Selepas mandi…
            “apa aku boleh meminjam kamarmu dan bisakah kau mengambilkan tasku?” pintanya
            “silahkan” katamu sambil menutup matamu dan mengulurkan kedua lenganmu untuk memberikan tasnya.
            Selesai berpakaian, dia keluar dan duduk disampingmu.
            “aku pikir, aku harus pulang sekarang.” katanya
            “mengapa cepat sekali?”
            “aku tidak ingin mengganggumu, karena beberapa hari terakhir aku membuatmu kesal”
            “tak apa, aku sudah memaafkanmu” katamu sambil menariknya “makan malamlah disini”
            “baiklah, terima kasih. Aku benar-benar minta maaf” jawabnya lalu ia mengecup pipimu lagi.
            Kamu membawanya ke meja makan, lalu menyajikan beberapa hidangan kesukaannya. Malam itu adalah malam yang indah untuk kalian. Kalian makan malam berdua.
            Setelah selesai makan malam, Kuroko berpamitan untuk pulang. Kali ini dia mengecup bibirmu. *smooch* wajahmu kembali kemerahan.
            “terima kasih atas makan malamnya. Aku pulang dulu” katanya di depan pintu
            “baiklah, hati-hati dijalan”
            Kuroko pun pulang dari rumahmu, dan kamu merasa sangat bahagia.


~END~